Bagaimana Cara Deteksi Kebocoran pada Mobil Bekas?


Membeli mobil bekas tidak ada salahnya jika Anda memang tertarik dengan desain dan bentuknya. Namun, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal sebelum memutuskan untuk membeli mobil bekas.

Salah satu yang paling utama adalah cairan pada mobil, periksalah lebih dulu apakah terjadi kebocoran pada mobil bekas tersebut atau tidak. Cairan mobil adalah salah satu komponen yang sangat mudah rusak, padahal cairan mobil penting untuk menjaga umur mobil.

Cara mendeteksi adanya kebocoran pada mobil atau tidak adalah dengan memeriksa kondisi radiator mobil. Biasanya, kebocoran system pendingin terjadi di radiator, selang, pompa air, dan balok mesin.
Perhatikan radiator pada mobil bekas incaran Anda. Apabila kondisinya basah dan berkarat, kemungkinan besar radiator tersebut bocor.

Lihat pula warna dari cairan pendinginnya kemudian perhatikan apakah ada bekas cairan yang berwarna sama di sekitar system pendingin atau di kolong mobil.
Anda juga bias mendeteksi kebocoran dengan menjalankan mobil, radiator yang bocor akan menyebabkan suhu mesin naik dan memanas.

Jika Anda menemukan warna oli mesin coklat seperti susu, maka air radiator bocor dari dalam mesin.
Selain kebocoran cairan pendingin, Anda juga harus melihat apakah oli mesin mengalami kebocoran. Caranya adalah dengan memastikan kondisi mesin dingin dan dengan melihat banyaknya oli di dipstick.

Kebocoran oli juga akan ditandai dengan adanya debu pekat di tempat kebocorannya. Tetapi, Anda juga harus mewaspadai mesin yang bersih karena terkadang bekas kebocoran hanya hilang sesaat saja.

Jika Anda menemukan lapisan oli di knalpot mobil, itu artinya oli yang bocor masuk keruang bahan bakar.Hal tersebut harus menjadi perhatian Anda sebelum memutuskan membeli mobil bekas.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.